Pemanfaatan Limbah Sampah dalam Ujian Praktik Bahasa Inggris

Oleh:

Lucia Sri Widi Hendrasti, S.Pd

Guru Bahasa Inggris SMA Negeri 16 Semarang

Silabus Bahasa Inggris kelas XII semester 2, pada KD 3.6 dan 4.6 menyebutkan tentang penguasaan pengetahuan dan keterampilan How to Make Something, yaitu kemampuan berinteraksi secara lisan dan tulis sederhana yang melibatkan tindakan memberi  dan meminta informasi terkait cara atau kiat-kiat dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks dan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks.

                Dalam kegiatan belajar mengajar di SMA Negeri 16 Semarang  yang penulis ampu, kali ini memusatkan pada pemanfaatan limbah sampah. Mengingat saat ini masalah sampah plastik di Indonesia menjadi sorotan publik. Melihat perkembangan masalah sampah plastik, sepertinya pemerintah memang sudah harus mempercepat perbaikan sistem pengelolaannya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Jenna R. Jambeck dari University of Georgia, pada tahun 2010 ada 275 juta ton sampah plastik yang dihasilkan di seluruh dunia. Sekitar 4,8-12,7 juta ton diantaranya terbuang dan mencemari laut. Indonesia memiliki populasi pesisir sebesar 187,2 juta yang setiap tahunnya menghasilkan 3,22 juta ton sampah plastik yang tak terkelola dengan baik. Sekitar 0,48-1,29 juta ton dari sampah plastik tersebut diduga mencemari lautan (Jakarta, CNBC Indonesia).

Tidak cukup sampai di situ, pencemaran sampah plastik di Indonesia diperkirakan akan terus  meningkat. Saat ini, industri – industri minuman di Indonesia merupakan salah satu sektor yang pertumbuhannya paling pesat. Pada kuartal I-2019, pertumbuhan industri pengolahan minuman mencapai 24,2% secara tahunan (YoY) hanya kalah dari industri pakaian jadi (Jakarta, CNBC Indonesia). Banyak dari hasil akhir produk minuman menggunakan plastik sekali pakai sebagai packaging. Minuman-minuman tersebut dapat dengan mudah ditemui di berbagai gerai ritel, baik modern maupun tradisional.

                Oleh karena itu muncul pemikiran penulis untuk melibatkan seluruh peserta didik kelas XII secara langsung  dalam pemanfaatan limbah sampah yang ada di SMA Negeri 16 Semarang khususnya serta lingkungan sekitar tempat tinggal peserta didik umumnya. Pada ujian praktik tahun ini, penulis bersama tim guru Bahasa Inggris SMA N 16 Semarang sepakat untuk memutuskan Procedure Text sebagai salah satu materi Ujian Praktik. Masing-masing peserta didik ditugaskan untuk membuat suatu benda yang berbahan daur ulang, contoh : kotak tissue dari kardus bekas, bermacam bunga dari tas plastik warna bekas, hiasan dinding dari sedotan plastic, dll. Peserta didik membawa bahan yang sudah dipola dari rumah beserta peralatannya. Di sekolah, peserta didik tinggal menyampaikan secara lisan (Speaking) Bagaimana Cara Membuat Sesuatu tersebut dengan runtutan (general structure) yang baik dan benar sesuai konteks. Penulis beserta tim dapat mengambil 5 aspek penilaian dari ujian Speaking ini, antara lain : Organization of idea, Vocabulary, Fluency, Pronounciation dan Performance. Setelah penulis cermati kembali, ternyata pembelajaran menggunakan system ini ditemukan beberapa kelebihan bagi peserta didik, yaitu : dapat membantu mengurangi Limbah Sampah, dapat mengembangkan kreatifitas, dapat menciptakan sesuatu yang baru, serta dapat menunjukkan hasil karya sendiri secara nyata di kalangan sekolah khususnya.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.