SMA NEGERI 16 SEMARANG RAIH PREDIKAT SEKOLAH ADIWIYATA TINGKAT PROPINSI TAHUN 2020

Oleh Yunik Ekowati, M. Pd

Lingkungan merupakan tempat yang selalu bersinggungan dengan segala aktiftas dan interaksi satu dengan lainnya, baik makhluk hidup maupun benda mati. Sekolah merupakan tempat dan lokasi dimana siswa maupun seluruh warga sekolah menimba ilmu pengetahuan baik kognitif maupun psikomotorik, norma dan etika. Berbagai bidang pengetahuan bisa didapatkan dari sekolahan, tetapi juga tidak menutup kemungkinan mendapatkan ilmu pengetahuan dari luar sekolah. Bisa pengalaman pribadi maupun percobaan pengaplikasian dari pemahaman pribadi dengan konsep-konsep yang didapatkan dari sekolahan, tentunya dengan panduan oleh guru dibidangnya.

Hampir semua sekolah mempunyai formula dan metode untuk membuat situasi pembelajaran semakin menyenangkan dan menarik, serta tetap memperdulikan lingkungan. Mengingat iklim dunia semakin mengkhawatirkan, seperti yang disampaikan oleh  tim ilmuwan dari Center for Health and the Global Environment di Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diwakili oleh Lise Van Susteren, mereka menyampaikan hubungan antara perubahan iklim dan kesehatan mental di Climate & Health Meeting, Kamis, 16 Februari 2017 lalu. Menyampaikan bahwa, “Para peneliti telah mendokumentasikan hubungan antara iklim yang ekstrim dan peristiwa cuaca dengan peningkatan agresi. Suhu yang meningkat menyebabkan peningkatan level adrenalin dalam tubuh, yang dapat berkontribusi pada agresi” kata Van Susteren.

Agresi merupakan fenomena kompleks yang terdiri dari sejumlah perilaku yang mengarah pada kekecewaan atau lebih dikenal dengan delusi perubahan iklim. Hal ini jika dibiarkan berlarut-larut akan semakin parah, dan berdampak terhadap lingkungan dan makhluk hidup lainnya. Maka di Indonesia dicanangkan gerakan sekolah Adiwiyata mulai tahun 2006, Kementrian Lingkungan Hidup mengembangkan program pendidikan lingkungan hidup pada jenjang pendidikan dasar dan menengah melalui program Adiwiyata.

Kata Adiwiyata berasal dari dua kata sansekerta yaitu “adi dan wiyata”, adi mempunyai makna besar, agung, baik, ideal dan sempurna, sedangkan wiyata mempunyai arti tempat dimana seseorang memperoleh ilmu pengetahuan, norma dan etika. Jadi Adiwiyata mempunyai arti bahwa, tempat atau wadah yang besar, agung dan estetis dimana tempat tersebut digunakan oleh seseorang atau sebuah instansi untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, norma, dan etika. Sesuai amanat Undang-Undang No. 32 Tahun 2009, tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 05 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata.

Di SMA Negeri 16 Semarang mulai mengikuti gerakan sekolah Adiwiyata sejak tahun 2014, dua tahun kemudian tepatnya 2016 mendapatkan predikat Adiwiyata tingkat kota Semarang. Dengan predikat Adiwiyata tingkat kota, menjadi magnet yang kuat untuk bisa mempertahankan dan maju di tingkat yang lebih tinggi lagi. Pembenahan dan perubahan mulai dari segi fisik maupun sistem dalam pembelajaran di sekolah dilakukan secara bertahap. Terutama penciptaan dan perubahan mindset seluruh warga sekolah untuk mendukung gerakan Adiwiyata. Dibutuhkan semangat kebersamaan dan saling mendukung serta menghargai setiap pendapat demi kebaikan bersama, satu tujuan dan satu cita-cita demi sekolah yang unggul dan berwawasan lingkungan. 

Mulai dari pemenuhan secara fisik bentuk sekolah, seperti: penataan taman sekolah di masing-masing depan kelas, halaman depan sekolah, pembuatan sumur resapan, biopori, pemanfaatan air bekas atau sisa pakai. Pengelolaan dan pemanfaatan sampah organic dan anorganik, penanaman dan penataan taman yang lebih dimaksimalkan, pengurangan sampah plastic. Pengelolaan kantin sehat yaitu dengan mengurangi menjual makanan kemasan, minuman berwarna, pemberian tanda gelas atau piring kantin sesuai dengan pemilik kantin sekolah. Siswa harus membawa bekal makanan, minuman dari rumah tanpa dibungkus dengan plastic.

Dibudayakan saat istirahat makan sehat secara bersama dengan teman di kelas, dengan memperhatikan dan membuang sampah pada tempatnya. Menciptakan suasana tanggap lingkungan tentang kebersihan kelas dan sekitarnya. Pembudidayaan ikan, dan burung dara di sekolah, penanaman sayuran seperti; kangkung, dan sawi. Perbaikan gorong-gorong, gerakan menanam seribu pohon dilingkungan sekitar, bersih-bersih pantai, penanaman bakau di sekitar sekolah. Pengolahan kompos sebagai media tanan, menjalin hubungan yang berkesinambungan dan symbiosis mutualisme antara pihak sekolah dengan alumni, berupa gerakan penanaman pohon serta melibatkan secara aktif antara wali murid atau komite sekolah. Sehingga menciptakan  suasana kekeluargaan antara sekolah dengan orang tua murid.

Tentunya semua ini tidak bisa terlaksana dengan mudah dan instan, berlandaskan kesadaran dan perubahan minset seluruh warga sekolah yang secara perlahan tapi pasti. Berkat perjuangan tim Adiwiyata SMA Negeri 16 Semarang yang begitu istimewa, dan didukung sepenuhnya oleh seluruh warga sekolah pada tahun 2020 ini mendapat predikat sekolah Adiwiyata tingkat propinsi. Step by step tahapan untuk menuju sekolah Adiwiyata sudah dilewati dengan begitu penuh perjuangan, semoga SMA Negeri 16 Semarang menjadi lebih baik lagi ditingkat propinsi. Amin.