SEMARANG - Suasana khidmat menyelimuti halaman SMA N 16 Semarang pada Sabtu pagi, 2 Mei 2026. Seluruh jajaran guru dan Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) berkumpul tepat pukul 07.00 WIB untuk melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Kepala SMA N 16 Semarang, Bapak Tarisno, S.Pd., M.Pd. Dalam pelaksanaannya, upacara berlangsung dengan tertib dan penuh rasa nasionalisme. Momentum ini menjadi ajang refleksi bagi seluruh insan pendidikan di lingkungan sekolah untuk kembali menghidupkan spirit "Sistem Among" yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara, yakni asah, asih, dan asuh.
Dalam amanatnya, Bapak Tarisno membacakan naskah pidato yang menekankan pentingnya transformasi pendidikan melalui pendekatan pembelajaran mendalam (Deep Learning). Upacara ini merupakan bentuk komitmen SMA N 16 Semarang untuk terus mendukung program pemerintah dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, tangguh, dan berkarakter menuju Indonesia Maju 2045.
Amanat yang disampaikan oleh Bapak Tarisno, S.Pd., M.Pd. menitikberatkan pada visi "Pendidikan Bermutu untuk Semua" dengan poin-poin utama sebagai berikut:
1. Hakikat Pendidikan: Pendidikan adalah proses memuliakan manusia dengan menumbuhkembangkan potensi kodrati manusia agar menjadi insan yang beriman, cerdas, dan mandiri.
2. Program Prioritas "Deep Learning": Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menerapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam sebagai upaya meningkatkan kualitas interaksi di dalam kelas.
3. Lima Kebijakan Strategis:
- Revitalisasi & Digitalisasi: Pembangunan fisik sekolah yang nyaman serta penyediaan papan interaktif digital.
- Kesejahteraan Guru: Peningkatan kualifikasi guru melalui beasiswa S1, berbagai pelatihan kompetensi (Al, Koding, Konseling), serta penyederhanaan penyaluran tunjangan sertifikasi.
- Penguatan Karakter: Menciptakan budaya sekolah ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) dan penerapan "Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" serta program Makan Bergizi Gratis.
- Kualitas Capaian: Penguatan literasi, numerasi, STEM, dan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai alat evaluasi mutu.
- Akses Inklusif: Memberikan kesempatan luas bagi anak berkebutuhan khusus dan mereka yang terkendala ekonomi melalui sekolah terbuka dan pembelajaran jarak jauh.
4. Prinsip 3M: Keberhasilan seluruh kebijakan ini bergantung pada perubahan Mindset (pola pikir), Mental yang kuat, dan Misi yang lurus dari seluruh pemangku kepentingan.
Kegiatan diakhiri dengan doa bersama untuk kemajuan pendidikan di Indonesia, khususnya bagi keluarga besar SMA N 16 Semarang agar senantiasa diberikan kelancaran dalam mencetak generasi emas bangsa.
penulis: Ire Wardani