Implementasi GSM SMAN 16 Semarang

Salah satu upaya untuk memperbaiki system pendidikan di negara kita adalah Gerakan Sekolah Menyenangkan atau disingkat GSM. GSM digagas pertama kali oleh Muhammad Nur Rizal dan Novi Poespita Candra pada bulan September 2014. SMA Negeri 16 Semarang mendapat kepercayaan sebagai salah satu SMA pelaksana GSM (Gerakan Sekolah Menyenangkan). Pelaksanaan dimulai sejak tahun 2019, bersamaan dengan diluncurkannya program GSM “Gerakan Sekolah Menyenangkan” (GSM), oleh pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Tengah. “Gerakan Sekolah Menyenangkan” (GSM) merupakan sebuah program inovatif pembelajaran bertujuan melakukan transformasi pola pendidikan formal menjadi lebih kolaboratif, inklusif, dan menarik guna mendorong kemampuan diri siswa. GSM merumuskan konsep sekolah masa depan yakni sekolah menyenangkan yang memberi ruang tumbuhnya keunikan potensi setiap anak. Ada tiga aspek dasar keterampilan manusia era digital yang dicoba dibangun melalui program GSM ini yakni: (1) pola pikir terbuka, (2) kompetensi abad 21 berupa berpikir kritis, kreatif, komunikatif, kolaboratif dalam menemukan cara mengatasi masalah, serta (3) karakter moral dan etos kerja.

SMA Negeri 16 Semarang sebagai salah satu sekolah di kota Semarang yang mendapatkan pendampingan untuk mengiplementasikan Gerakan Sekolah menyenangkan, diharapkan akan terbangun sekolah yang menyenangkan untuk belajar ilmu pengetahuan dan bekal ketrampilan hidup agar siswa menjadi pembelajar yang sukses.

Langkah-langkah awal yang dilakukan oleh gerakan ini menekankan bahwa perlu adanya perubahan mindset guru. GSM beranggapan ini bisa menjadi titik awal perubahan pendidikan Indonesia. Guru yang kreatif dapat memberikan berbagai metode pembelajaran di dalam kelas dengan suasana yang menyenangkan. Mayoritas sekolah yang mendeklarasikan untuk mengikuti gerakan ini mengambil langkah awal dengan memperbaiki serta menambah fasilitas di sekolah

Berbagai kegiatan terkait implementasi GSM telah dilaksanakan di SMA Negeri 16 Semarang. Hal ini sesuai dengan slogan GSM yaitu “Berubah, Berbagi, Kolaborasi”. Tahap pertama  melalui Deklarasi Sekolah Pelaksana Gerakan Sekolah Menyenangkan. Setelah itu tahap kedua  dilakukan Workshop GSM. Setelah melakukan workshop tahap yang ketiga dilakukan Sosialisasi Dengan Orang Tua Peserta Didik. Sosialisasi ini dilaksanakan untuk mengenalkan kepada orang tua dan komite tentang program GSM. Setelah itu tahap yang keempat Penciptaan Lingkungan, Penciptaan lingkungan dilakukan dengan menata ruang kelas sesuai dengan kreasi dan karakter masing-masing kelas serta dengan membentuk beberapa zona.  Zona-zona ini ditunjukkan untuk membantu perubahan anak dari sisi lingkungan secara positif terdiri dari  : Zona sepatu , Zona kedatangan, Zona kebersihan, Zona literasi, Zona Tantangan dan Zona harapan.

Tahap kelima merubah suasana belajar. Suasana belajar yang kaku dengan suasana duduk manis dengan kursi berjejer rapi diubah sesuai dengan kesepakatan guru dan siswa. Hal ini akan menyebabkan suasana belajar yang nyaman dan sahati sehingga siswa-siswa merasa nyaman untuk berekspresi dan menyampaikan ide-ide. Tahap keenam Pemberian reward. Reward diberikan kepada siswa dan guru yang berprestasi baik akademik dan non akademik. Tahap ketujuh Kegiatan Belajar Mengajar kolaborasi yang berbasis proyek.  Untuk membuat pembelajaran lebih menyenangkan, mengurangi beban siswa dan mengembangkan kreatifitas guru dan siswa maka SMAN 16 Semarang mengembangkan pembelajaran kolaborasi antar mata pelajaran yang berbasis proyek. Kegiatan dimulai dengan menentukan proyek bersama, menyusun perangkat pembelajaran kolaborasi antar guru mata pelajaran dan diimplementasikan dalam kegiatan belajar mengajar. Berikut adalah rencana pengembangan kolaborasi antar Mata Pelajaran yang sudah disusun oleh guru-guru melalui workshop berdasarkan tema yang sudah disepakati : Membuat produk kreatif  jeli : merupakan kolaborasi mata pelajaran kimia, PKWU, Bahasa Inggris, Agama, Bahasa Jawa. Warung hidup di pekarangan rumah : merupakan kolaborasi mata pelajaran matematika, dan Bahasa Indonesia. Kebersamaan dalam keluarga merupakan kolaborasi Bahasa Jepang dan geografi. Perkembangan Iptek merupakan kolaborasi mata pelajaran PKn dan Sejarah

Kolaborasi antar mata pelajaran juga dilakukan dalam kegiatan Ujian Praktek di era pandemi ini.dimana Ujian Praktek Kolaborasi (UPK) diselenggarakan secara live, online di rumah masing-masing. Tujuannya adalah untuk efisiensi waktu, mengurangi beban siswa dan guru dan untuk memotivasi siswa menjadi lebih kreativ dan inovativ. Adapun kolaborasi untuk Ujian Praktek dikemas menjadi 4 kelompok yaitu :  Kolaborasi mata pelajaran seni budaya, Bahasa Jawa, Bahasa Jepang dan Bahasa Inggris. Kolaborasi mata pelajaran PKWU, kimia, fisika dan Bahasa Inggris. Kolaborasi mata pelajaran biologi dan penjaskes. Kolaborasi mata pelajaran Agama Islam dan Bahasa Indonesia

Pembelajaran kolaborasi diharapkan menjadi pembiasaan di SMAN 16 sehingga “Berkolaborasi” sangat penting untuk dijadikan sebagai Branded School SMA Negeri 16 Semarang, yaitu :BERKREASI “Berkolaborasi, Religi dan Seni”

Penulis : Wiwin Sri Winarni,S.S (Kepala SMAN 16 Semarang)

Editor : Sigit Pandu Cahyono (Guru SMA N 16 Semarang)