Info Sekolah
Jumat, 19 Jul 2024
  • Jadwal daftar ulang PPDB 2024 dapat dilihat pada situs ini
  • Jadwal daftar ulang PPDB 2024 dapat dilihat pada situs ini
10 Juli 2024

Bukan Bertapa, Pelajar Katolik ikuti Retret di Pertapaan Gedono untuk Pengalaman Menyepi yang Menyenangkan

Rab, 10 Juli 2024 Dibaca 16x Info Sekolah

Egosentrisme adalah kecenderungan untuk memandang dunia dari perspektif pribadi seseorang tanpa menyadari bahwa orang lain memiliki sudut pandang yang berbeda. Dunia dewasa ini, egoisme bukan hanya tampak dalam dunia kerja atau masyarakat, namun dapat tampak pula dalam kehidupan peserta didik di sekolah. Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti, masih ada sikap egoisme yang muncul. Peserta didik belajar secara mandiri, karena jumlah siswa di kelas kurang dari 5 (lima) orang. Mereka masih memaksakan pendapat pribadi, fokus kepada nilai masing-masing, belum dapat membantu teman untuk bertumbuh bersama, dan belum menunjukkan kepedulian dengan teman dalam komunitas pelajar. Hal ini menjadi latar belakang terselenggaranya Retret Pelajar Katolik yang kedua, melibatkan peserta didik SMA Negeri 16 dan 13 Semarang, dengan tema “Bertumbuh dalam Komunitas.” 

Pada April tahun 2023, telah terselenggara Retret Pelajar Katolik yang pertama di Pertapaan Rawaseneng, Temanggung. Untuk mendapatkan pengalaman baru, retret yang kedua dilaksanakan di Pertapaan Gedono, Salatiga pada tanggal 21-22 Juni 2024. Pertapaan Gedono sangat mendukung permenungan peserta didik karena suasana yang mendukung: kesejukan, keheningan, dan kenyamanan yang sulit ditemukan di sudut-sudut kota. Di sana juga ada beragam tanaman yang indah, yang menginspirasi refleksi dalam ayat Mazmur 1:3 “Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” Terlebih lagi, peserta retret dapat mengalami ibadat harian bersama para suster atau rubiah dengan menyanyikan mazmur yang indah.

Seluruh kegiatan Retret Pelajar Katolik ini mendapatkan bantuan dari Panitia APP Kevikepan Semarang, Keuskupan Agung Semarang yang masih setia dalam usaha dan doa bagi perkembangan iman anak-anak yang bersekolah bukan di sekolah Katolik. Bukan hanya bantuan berupa dana, namun juga perhatian dari Paroki Petrus Krisologus, BSB, Mijen yang juga tampak dalam komunikasi dan usaha yang baik dari Romo Antonius Banu Kurnianto, Pr. dan para anggota dewan paroki untuk membantu terselenggaranya acara ini. 

Retret dimulai dengan sharing pengalaman iman serta penjelasan dari Suster Yustina, OSCO. Pengalaman bertumbuh dalam komunitas biarawati di Gedono, tentunya tidak mudah, yang menjadi inspirasi adalah komunitas Yesus dengan para murid-Nya. Dalam komunitas para murid Yesus juga terjadi masalah, namun selalu ada pengampunan, seperti yang dipertanyakan oleh Santo Petrus dalam Matius 18:21 tentang berapa kali kita harus mengampuni saudara yang berbuat dosa. Maka, pengampunan menjadi suatu hal yang sangat penting dalam menjalin relasi, secara pribadi maupun dalam komunitas. Selanjutnya, para peserta retret mengikuti ibadat harian dengan menyanyikan mazmur yang dipandu dengan sangat merdu oleh para rubiah. Pada sesi malam, peserta retret berbagi tentang karakteristiknya bila diumpamakan dalam jenis pohon. Salah satu peserta retret, Caroline dari SMA Negeri 13 Semarang menyampaikan refleksinya “Saya seumpama lidah buaya, yang ingin memberi banyak manfaat kepada orang lain, meskipun kadang ada duri kecil di bagian luar, saya merasa kadang kesulitan membuka diri.” 

Pada sesi pagi hari, peserta retret berjalan-jalan di sekitar pertapaan Gedono untuk melihat berbagai tumbuhan dan kebun yang menggambarkan tanaman yang dapat tumbuh bersama untuk memberikan manfaat. Retret ditutup dengan Perayaan Ekaristi yang diikuti oleh seluruh tamu dan para rubiah. Dalam Perayaan Ekaristi tersebut, Suster Yustina, OSCO memanjatkan doa bagi komunitas pelajar SMA Negeri 16 dan 13 Semarang. “Retret kali ini sangat menyenangkan karena bisa kenal teman baru. Pengalamannya juga seru, tempatnya jauh dari kebisingan kota, sehingga bisa lebih tenang dan fokus. Saya bisa beribadah, mengenal Yesus dan diri sendiri dengan lebih baik. Saya juga menyadari selama retret bahwa saya bisa mengurangi penggunaan handphone.” ungkap Trisakti, salah satu peserta retret dari SMA Negeri 16 Semarang. Seluruh peserta retret berharap bahwa setelah pelaksanaan retret akan ada kegiatan lainnya dalam komunitas pelajar Katolik SMA Negeri 16 dan 13 Semarang.

Artikel Lainnya

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar