MAK BEDHUNDUK WAWANCARA

Oleh Yunik Ekowati, S. Pd, M. Pd
Kegiatan yang dilakukan tanpa direncana sebelumnya atau secara tiba-tiba dalam waktu yang sangat cepat merupakan sebutan dari “mak bedhunduk”. Hal ini bisa saja terjadi oleh siapa saja, karena ada beberapa yang harus dipertimbangan sehingga terjadi secara tiba-tiba. Seperti yang terjadi tadi sore di sekolah, hampir seluruh guru sedang sibuk merevisi dan meng upload perangkat pembelajaran. Karena ada sedikit miskom terhadap system dan instruksi dari atas, sehingga ada yang harus diperbaiki dan menguploud ulang ke system tersebut.

Tidak mudah memang, dikala waktu yang sedemikian singkat harus menyelesaikan perangkat pembelajaran secepat itu. Dengan niat dan semangat serta dilandasi dengan ikhlas sabar akhirnya dalam dua hari alkhamdulillah terselesaikan. Setelah selesai mengupload perangkat di system, beberapa guru dan karyawan disekolah kami berinisiatif melakukan syuting dan wawancara secara dadakan. Kami menyebutnya dengan ‘’wawantawa” karena memang saat berlangsung jalannya kegiatan wawancara tersebut selalu dibumbui tertawa dan , cut, roll action, hingga harus diulang beberapa kali pengambilan gambar.

Dimulai kejadian lucu, yaitu yang mewawancarai tidak mempersiapkan teks atau bahan untuk ditanyakanlah, materinya atau temanya, kabel speacker belum di on kan padahal sudah proses wawancara hampir separuh bahan, ruangan banyak yang berlalu lalang sehingga menimbulkan suara berisik, tiba-tiba ada yang memanggil dengan suara kencang dan sebagainya. Kami yang terlibat baik yang diwawancarai, pewawancara dan yang cameraman sampai tertawa tak henti-hentinya. Anehnya yang mempunyai ide adalah mengampu ekstra kurikuler jurnalistik, dengan alasan mumpung sedang berkumpul mengerjakan tugas di ruangan, akhirnya munculah ide untuk mewawancarai tentang pembuatan karya atau penulisan buku. Karen atidak ada persiapan matang, berjalan apa adanya, alias grotal-gratul.

Kebetulan saya adalah salah satu target yang diwawancarai, sebenarnya setelah selesai pekerjaan bergegas berkemas-kemas segera pulang karena hari sudah menjelang sore. Tetapi niat tersebut terpaksa ditunda dulu karena ada jawilan dadakan tadi. Sekitar sepuluh menit persiapan langsung berjalan proses syuting wawancara on. Salah satu kejadian lucu yang membuat perut sakit, karena menahan tawa adalah saat wawancara berlangsung dan sudah tiga kali diulang, yang mewawancarai ternyata ditengah memberikan pertanyaan lupa atau ngeblank. Waktu sehingga terjeda cukup lama, tak sadar sepontan sayapun berucap “mas meh takon opo meneh ojo suwi-suwi leh miker” sehingga mau-tidak mau menimbulkan tawa. Ditambah lagi buku yang diberikan ke saya terbalik, harusnya itu buku yang diberikan adalah untuk yang kedua, malah yang pertama disodorkan ke saya. Akhirnya sayapun ikut keliru saat memberikan penjelasan atau deskripsi tentang buku tadi.

Saat saya sadari ditengah wawancara,langsung saya mengucapkan kalimat “lho mas inikan buku yang kedua ku, lha yang tak sampaikan paparan barusan untuk buku yang pertama je…piye iki” langsung ngakak lagi. Diulang lagi, adeewwhh…ternyata jadi artis itu tidak gampang. Meski hanya duduk dan tertawa capek juga ya. Tak apalah meski amatiran yang penting sudah merasakan gimana rasanya jadi artis kecil-kecilan, tapi bukan kaleng-kaleng lho. Untuk buku yang tertukar, alias “wawantawa” berikutnya, To be countinue, saksikan berita kami besuk lagi ya.