PSIKOLOGI TARI TRADISIONAL

Oleh Yunik Ekowati, M. Pd
Melakukan gerakan yang ritmis dan dinamis,mengalir mengikuti alunan musik,menghayati dengan penuh perasaan, disebut menari. Ketika seseorang terlibat daam sebuah tarian yang terimprovisasi (gaya bebas), maka ini bisa- membantu mereka berpikir divergen (kemampuan menemukan banyak solusi untuk sebuah permasalahan). Di sisi lain, ketika seseorang terlibat dalam sebuah tarian yang terstruktur, ternyata ini membantu seseorang mengembangkan kemampuan berpikir konvergen (kemampuan untuk mendapatkan satu jawaban dalam sebuah masalah).

Psikologi tari adalah seperangkat keadaan mental yang terkait dengan menari dan menonton orang lain menari. Istilah ini membahasa tentang bidang akademik interdisipliner yang mempelajari mereka yang melakukannya. Bidang penelitian meliputi intervensi untuk meningkatkan kesehatan bagi orang dewasa yang lebih tua, program untuk merangsang kreativitas anak-anak, terapi gerakan tarian , pemilihan pasangan dan respons emosional.

Jenis tari berdasarkan jumlah penari terdiri dari: tari tunggal (tarian yang dibawakan oleh satu orang penari dan tidak mempunyai respon gerak), tari berpasangan (tarian yang dilakukan oleh dua orang atau lebih secara berpasangan dan terdapat respon gerak), tari kelompok adalah tari yang dibawakan minimal tiga orang atau lebih, tari massal adalah tari yang dilakukan oleh banyak penari dengan ragam gerak yang sama, dan antara penari satu dengan penari yang lain, tidak ada jalinan gerak atau respon gerak yang saling melengkapi. Tari massal ini mempunyai keunikan berjumlah banyak, minimal sebelas orang,tidak mempunyai respon gerak, semua gerakan dilakukan secara serempak.

Adapun jenis tarian berdasarkan koreografi atau konsep garapnya terdiri dari: 1) klasik adalah tariana yang mempunyai aturan baku yang tidak bisa diubah, tari yang tumbuh dan berkembang dilingkungan istana,gerakannya mengandung makna simbolis, kostum yang dijebakan merupakan pakaian adat atau kebesaran, cenderung mewah dan agung, 2) kerakyatan adalah tari yang tumbuh dan berkembang dilingkungan rakyat biasa, perkembangannya dilakukan secara turun temurun, gerakannya cenderung monoton atau diulang-ulang, kostumnya lebih sederhana, pemilihan warna lebih berani dan kontras, 3) kreasi tradisi adalah tarian yang sudah mengalami perkembangan daribgerakan tari yang pernah ada, lebih fleksibel menyesuaikan perkembangan zaman,baik dari ide, gerakan,kostum,musik,bisa berkembang dan masih ada unsur kedaerahan, 4) modern dance adalah tarian yang mengutamakan gerakan dan ritmis musik sebagai pengiring, tidak terikat oleh apapun/bebas,setiap gerakan belum tentu mempunyai makna simbolis, 5) kontemporer adalah tarian yang digarap dengan tema kondisi lingkungan sekitar saat ini. Dari kelima jenis tarian yang bersasarkan konsep garap ini tidak menutup kemungkinan akan tumbuh lagi jenis tarian baru, karena disesuaikan dengan kondisi wabah virus yang mendunia Covid-19. Dilihat dari segi konsep garap, panggung pertunjukannya, penontonnya, teknik pementasan, IT dan lainnya.

Perilaku dan sifat manusia atau orang yang sering berkecimpung di dalam seni tari jenis tradisional atau klasik, akan mempunyai pengaruh terhadap pembawaan si orang tersebut. Baik dari perangainya, cara bergaul,cara berbicara, cara menentukan sikap, cara mengambil keputusan dan tanggung jawab. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari lebih dalam mengenai mental, pikiran, dan perilaku manusia.

Pembaca yang budiman, mari kita belajar lebih jauh lagi tentang psikologi tari. Pada tari klasik Jawa Tengah, terdapat beberapa ragam gersk dasar tari. Melihat ragam gerak dasar tersebut adalah jalan srisik, ulap-ulap, lumaksana, menthang, dan masih banyak lagi. Jalan srisik mempunyai makna bahwa, menggambarkan seseorang yang sedang berjalan kecil-kecil setengah berlari, tetapi distilirisasi dengan pose tangan yang memegang sampur disamping telinga.

Ragam gerak ulap-ulap, mempunyai makna adalah sedang melihat seseorang darinkejauhan dengan kondisi dibawah terik matahari, sehingga gerakan tangan posisi ngrayung di plipis,kepala sambil sedikit menengok ke samping, posisi badan mendhak/lutut sedikit ditekuk. Ulap-ulap biasanya selalu berpasangan dengan ragam gerak tawinh, yaitu gerakan aalah satu tangan ngrayung di depan dada samping kanan atau kiri.

Lumaksana merupakan berawal dari gerakan keseharian,yaitu berjalan. Karena gerakan berjalan jika dilakukan secara apaadanya terkeaan sangat wajar. Jika dilakukan pada gerakan tari yang memang harus ada unsur eatetisnya, maka gerakan berjalan dilakukan dengan diberi awalan kaki melangkah, diikuti lembean tangan kenan dan kekiri,menyesuaikan konstruksi tubuh dan gerakan kaki dengan tangan.

Ada keterkaitan antara getakan-gerakan yang dilakukan denga lembut, sesang,dan cepat serta ada power didalamnya. Tentunya diimbangi dengan iringan musik yang mendukung didalamnya. Keterkaitan tersebut antara lain: orang yang sering melakukan atau menari tari tradisional klasik, pasti mempunyai kesabaran yang lebih, tidak mudah putus asa, lebih berpikir kedepan dalam mengambil keputusan,pembawaannya tenang. Ini dikarenakan dari gerakan-gerakan tari klasik sangat halus dan lembut atau mbanyu mili/mengalun.

Jika orang yang sebelumnya belum pernah belajar menari tradisional klasik,biasanya akan mudah menyerah dan tidak sabar dalam mempelajari tarian tersebut. Apalagi masing-masing gerakan harus disesuaikan dengan musik gamelan,yang jika belum terbiasa mendengarkananya, akan kebingungan saat menentukan pergantian gerak satu menuju gerakan berikutnya. Membutuhkan kejelian dan penghayatan yang kuat, dalam mengawinkan keduanya sehingga tercipta gerakan yang indah dan ada rohnya.