Antusias Siswa Mengikuti Pembelajaran Biologi Melalui Aplikasi Whatsapp (WA)

doc: Bu Asni

Dunia sampai saat ini masih menghadapi pandemi yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 (virus Corona) atau yang disebut COVID-19. Pandemi tersebut memberikan dampak dalam berbagai aspek hingga merubah tatanan sosial dalam masyarakat. Salah satunya dalam bidang pendidikan, semenjak pertengahan maret 2020 sistem pembelajaran dalam dunia pendidikan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kegiatan belajar mengajar dilakukan para guru dan murid secara daring/online.  Kegiatan belajar mengajar dengan sistem PJJ bersifat asinkronus artinya para guru dapat menyiapkan materi pembelajaran lebih dulu, dan interaksi pembelajaran dapat dilakukan secara fleksibel dan tidak harus dalam waktu yang sama. Misalkan menggunakan forum diskusi atau belajar mandiri/penugasan peserta didik.

Permasalahan utama dunia pendidikan saat pandemi covid 19 adalah bagaimana siswa tetap belajar meski dilakukan dari rumah mereka masing-masing. Karena belajar merupakan sarana utama siswa dalam mencapai kemandirian, mampu memecahkan masalah yang terjadi pada diri sendiri dan lingkungan sekitar.  Dikutip dari perkataan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim di Bimtek Guru Belajar Seri Masa Pandemi Covid-19 beliau mengatakan bahwa proses sistem PJJ diharapkan tetap berlangsung secara nyaman dan menyenangkan untuk semua warga sekolah, terutama bagi guru dan peserta didik.

Dalam pelaksanaan PJJ para guru dapat melakukan kegiatan belajar mengajar melalui berbagai aplikasi dalam prosesnya. Di SMA Negeri 16 Semarang di fasilitasi platform bernama Kelase. Kelase ini sebuah platform yang di dalamnya terdapat fasilitas LMS (Learning Management System).

Namun, sebelum menentukan melalui media komunikasi apa yang tepat dalam melakuakan pembelajaran jarak jauh sebaiknya guru terlebih dahulu melakukan asesmen diagnosis yaitu asesmen diagnosis non kognitif.Asesmen diagnosis non-kognitif ditujukan untuk mengukur aspek psikologis dan kondisi emosional peserta didik, seperti kesejahteraan psikologi dan sosial emosi peserta didik, kesenangan peserta didik selama belajar dari rumah, serta kondisi keluarga peserta didik.Dari asesmen diagnosis non kognitif dijumpai beberapa kondisi, ada beberapa peserta didik yang ketika pagi hari bekerja, ada beberapa peserta didik yang menggunakan hp orang tua, ada beberapa peserta didik yang sinyalnya tidak stabil di rumahnya.

Setelah melakukan asesmen non kognitif kepada peserta didik mata pelajaran biologi di SMA Negeri 16 Semarang menyimpulkan pembelajaran jarak jauh biologi di SMA Negeri 16 lebih efektif menggunakan aplikasi whatsapp.  Aplikasi whatsapp dinilai lebih ringan dan tidak membutuhkan banyak kuota. Fitur-fitur dalam whatsapp bisa digunakan untuk menyampaikan materi seperti gambar, voice note, video, video call, bahkan adanya stiker dan gif bisa menambah nuansa menarik dalam pembelajaran jarak jauh. Aplikasi whatsapp adalah salah satu media PJJ yang dilakukan dalam pembelajaran mata pelajaran Biologi di SMA N 16 Semarang. Karena aplikasi tersebut lebih banyak digunakan oleh para guru dan peserta didik, sehingga dalam proses belajar mengajar lebih cair dalam berinteraksi. Hal ini terlihat selama pembelajaran mata pelajaran biologi berlangsung melalui Whatsapp peserta didik lebih aktif saat proses belajar mengajar dilaksanakan.

Penulis : Atsni Wahyu Lestari, S.Pd (Guru Biologi SMA N 16 Semarang)

Editor : Sigit Pandu Cahyono