Sumber foto: Ulinnuha

Hari Kamis, 25 November 2021 terasa begitu spesial dengan hari lainnya terutama bagi pendidik dan tenaga kependidikan seluruh ranah air Indonesia. begitu pula suasana yang terjadi di SMA Negeri 16 Semarang, dari pagi telah terasa syahdu karena di pagi itu kami segenap keluar besar SMAN 16 Semarang menggelar upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2021. Upacara yang dipimpin langsung oleh Wiwin Sri Winarnis, S.S, selaku kepala SMAN 16 Semarang itu terasa begitu hangat, cucuran air mata membasahi pipi sambil mulut melantunkan lagu tentang guru.

Dalam acara itu sebagai penghormatan kepada guru, SMAN 16 Semarang memberikan penghargaan terhadap guru terfavorit 2021. Guru terfavorit tahun ini yang terpilih ialah Anis Asriani, S.Pd guru Fisika, Ina Fitriyawati, S.Pd guru Bahasa Jepang dan Sugiarto, S.Pd guru Kimia.

“SMAN 16 Semarang terus berupaya melakukan bentuk-bentuk apresiasi bagi guru sebagai bentuk dukungan dan semangat dengan harapan agar guru semakin bergiat, kreatif dan inovatif untuk melakukan upaya-upaya pemajuan pendidikan meski ditengan pandemi covid-19,” kata Wiwin Sri Winarni dalam perayaan Hari Guru Nasional.

Tema Hari Guru Nasional 2021 ialah “Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan” itu adalah untuk menjadi acuan para pendidik dalam mengarahkan peserta didiknya menjadi pemuda dan pemudi yang memahami perkembangan jaman.

Bergerak dengan hati berarti membawa murid-murid mengetahui lebih banyak ilmu pengetahuan dengan empati yang tinggi agar mereka bisa menyerap ilmu pengetahuan dengan baik. Arti kata pulihkan pendidikan jelas bertepatan dengan keadaan sebelumnya di mana banyak murid mengalami kesulitan untuk mendapatkan pendidikan jarak jauh, dan kini setelah situasi sudah menjadi lebih baik, sekolah dapat memfasilitasi murid-murid untuk mendapatkan pendidikan sebagai bekal kehidupan.

Para guru berusaha keras memberikan pengajaran, terlepas dari situasi dan kondisi Pembelajaran Jarak Jauh pada masa pandemi. Kini, pandemi perlahan dapat dikendalikan, sekolah secara bertahap mulai mengadakan pembelajaran tatap muka dengan memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku.

Penulis: Ulinnuha