MEMBANGUN MINAT BELAJAR PKN DENGAN TIME TOKEN

Oleh : Achmad Tugiran
Guru SMAN 16 Semarang

Pembelajaran pada dasarnya merupakan upaya pendidik untuk membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar. Pembelajaran adalah proses interaksi antara guru dengan siswa dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan guru kepada siswa untuk memperoleh ilmu dan pengetahuan serta pembentukan sikap dan kepercayaan diri. Dengan kata lain pembelajaran adalah proses untuk membantu siswa agar dapat belajar dengan baik. Keberhasilan pembelajaran merupakan hal yang sangat diharapkan guru dalam melaksanakan tugasnya, namun guru bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar tersebut. Keberhasilan pembelajaran dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti faktor Psikologi pada siswa yaitu, perhatian, minat, bakat, motivasi, kematangan dan kesiapan.

Salah satu faktor penentu keberhasilan pembelajaran adalah minat siswa. Minat besar pengaruhnya terhadap pembelajaran, karena tanpa adanya minat belajar siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya. Untuk memperoleh ukuran dan data minat belajar siswa, perlu diketahui indikatornya. Indikator minat belajar terdiri dari pemberian respon, pemahaman, kerjasama, dan tanggung jawab. Minat adalah kesadaran seseorang terhadap suatu objek, suatu masalah atau situasi yang terkait dengan dirinya. Pembelajaran sebagai perpaduan dari dua aktivitas, yaitu aktivitas mengajar dan belajar. Tujuan proses belajar mengajar secara ideal adalah agar bahan yang dipelajari dikuasai sepenuhnya oleh murid. Pengajaran bisa dikatakan berjalan dan berhasil dengan baik bila guru mampu menumbuh kembangkan kesadaran atau minat peserta didik untuk belajar, sehingga pengalaman yang diperoleh peserta didik selama ia terlibat di dalam proses pengajaran dapat dirasakan manfaatnya secara langsung bagi perkembangan pribadi.

Meningkatnya hasil belajar merupakan salah satu indikator pencapaian tujuan pendidikan yang mana hal itu tidak terlepas dari minat siswa maupun kreativitas guru dalam menyajikan suatu materi pelajaran melalui berbagai metode untuk dapat mencapai tujuan pengajaran secara maksimal. Dalam interaksi belajar mengajar, metode mengajar di pandang sebagai salah satu unsur penting dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.

Metode pembelajaran merupakan alat untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai sehingga semakin baik penggunaan metode pembelajaran semakin berhasil pencapaian tujuan. Hal ini berarti bahwa guru harus memilih metode yang tepat dan yang sesuai dengan bahan pembelajaran agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan dalam pelaksanaan pembelajaran PKn di kelas X SMA 6 ditemukan fakta bahwa siswa tidak menunjukkan perbuatan yang bersifat aktif, tingkat partisipasi terhadap pelajaran juga sangat rendah. Terlihat dari sedikitnya aktivitas yang terjadi selama pelajaran sedang berlangsung. Siswa merasa jenuh, tidak bergairah dan bosan mengikuti pelajaran. Kondisi pembelajaran tersebut tentu saja tidak bisa dibiarkan berlangsung terus – menerus. Akar penyebab rendahnya minat belajar tersebut diduga karena guru kurang tepat dalam pemilihan metode dan media dalam pembelajaran. Guru masih cenderung menggunakan metode ceramah, dimana siswa hanya pasif dan mendengarkan materi yang disajikan. Akibatnya siswa sama sekali tidak terlibat dalam pembelajaran yang sedang berlangsung. Dengan kondisi tersebut seharusnya guru mencari alternatif-alternatif metode pembelajaran yang memungkinkan dapat meningkatkan minat belajar di kelas, Salah satu metode kooperatif yang dapat digunakan adalah metode kooperatif tipe time token.

Metode kooperatif tipe time token memiliki keunggulan adalah siswa menjawab kupon bicara yang dibagikan guru kepada masing-masing kelompok, tiap kupon berlaku 30 detik untuk menjawab isi permasalahan yang ada di kupon tersebut. Selain itu proses pembelajaran lebih menarik dan tampak sebagian siswa antusias dalam proses pembelajaran, serta dapat memupuk kerja sama siswa dalam menjawab kupon bicara yang mereka terima. Model pembelajaran time token sangat tepat untuk pembelajaran struktur yang dapat digunakan untuk mengajarkan ketrampilan sosial, untuk menghindari siswa mendominasi pembicaraan atau siswa diam sama sekali (Suherman, 2008: 11).

Langkah-langkah model time token sebagai berikut: (1) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, (2) Guru mengondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi (cooperative learning ), (3) Guru memberi tugas kepada siswa, (4) Guru memberi sejumlah kupon berbicara dengan waktu kurang lebih 30 detik per kupon pada tiap siswa, (5) Guru meminta siswa menyerahkan satu kupon terlebih dahulu sebelum berbicara atau memberi komentar. Siswa dapat tampil lagi setelah bergiliran dengan siswa lainnya. Siswa yang telah habis kuponnya tidak boleh bicara lagi sementara yang masih memegang kupon harus bicara sampai semua kuponnya habis. Demikian seterusnya hingga semua anak menyampaikan pendapatnya, (6) Guru memberi sejumlah nilai sesuai waktu yang digunakan tiap siswa.Data persentase aktivitas pembelajaran rata-rata aktivitas kelas eksperimen sebesar 66% yang termasuk dalam kriteria tinggi sehingga membuktikan bahwa model time token dapat menjadikan siswa berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Dapat disimpulkan model time token lebih efektif terhadap hasil belajar PKn. Aktivitas siswa mengalami peningkatan, sehingga pembelajaran berjalan dengan optimal.