"Diam Merenungkan, Bergerak Mewartakan" Retret Pelajar Kristen Katolik SMA Negeri 16 Semarang

"Diam Merenungkan, Bergerak Mewartakan" Retret Pelajar Kristen Katolik SMA Negeri 16 Semarang

13 Mar 2026 • Penulis: Sesillia Wahyu Utami
"Diam Merenungkan, Bergerak Mewartakan" Retret Pelajar Kristen Katolik SMA Negeri 16 Semarang

Dalam Masa Prapaskah (masa pertobatan menjelang Paskah, Hari Raya Kebangkitan Tuhan Yesus), pelajar Kristen dan Katolik SMA Negeri 16 Semarang mengadakan retret dengan tema Diam Merenungkan, Bergerak Mewartakan. Retret ini dilaksanakan bersamaan dengan Gebyar Ramadhan pada tanggal 11-13 Maret 2026. Bersama dengan 4 guru yang beragama Kristen dan Katolik, para peserta didik yang berjumlah 12 orang berdinamika bersama, mengolah pengalaman hidupnya dengan diam merenungkan kemudian merancang aksi sebagai wujud gerak yang mewartakan. Retret ini dilaksanakan di SMA Negeri 16 Semarang dan Gua Maria Bunda Nazaret yang terletak di Pereng, Getasan, Kota Salatiga. 

Para pelajar aktif berefleksi dengan mengambil waktu sendiri untuk merenungkan pengalaman hidupnya. Beberapa hal yang direnungkan adalah: apa yang disyukuri, apa yang disesali, dan apa yang akan diperbaiki. Metode refleksi ini diperkenalkan oleh Santo Ignasius Loyola, yang mengajarkan untuk menemukan Tuhan dalam segala hal (finding God in all things). Selanjutnya mereka berkumpul kembali untuk merencanakan aksi pewartaan sesuai dengan kemampuan dan minatnya. Misalnya menjadi anggota OSIS seksi keagamaan, percaya diri mengerjakan tugas, menjadi pengisi acara dengan menyanyi, dan komitmen lainnya. Kegiatan juga menjadi menarik karena peserta didik saling mendengarkan dan berbagi tugas untuk mempersiapkan ibadat. 

Ibadat diawali dengan pujian "Sperti yang Kau ingini" oleh Yabes dari kelas XI-3 dan doa pembuka oleh Maria Vianney dari kelas XI-6. Sabda Allah disampaikan oleh Trisakti Satrio dari kelas XII-1 yang membacakan Injil Lukas 11:14-23 dan dilanjutkan renungan untuk menjadi saksi Kristus mewartakan Injil oleh Ibu Esther Trini Sri Sugiyanti. Beliau berharap agar masing-masing pribadi dalam retret kali ini dapat mengolah pengalaman hidupnya dengan terang Injil dan bergerak mewartakan Yesus, menjadi saksi Kristus dengan segenap kemampuan sehingga dapat mewujudkan masyarakat yang damai penuh sukacita. 

Gabriel, salah satu peserta retret dari kelas X-2 menyampaikan kesan baiknya dalam mengikuti kegiatan ini. "Terima kasih untuk kegiatan yang menyenangkan ini, semoga bisa lebih banyak kegiatan yang lebih menarik dan teman-teman lebih semangat ikut kegiatannya."

Berita Terkait