Kado Perpisahan Penuh Makna: SMAN 16 Semarang Gelar Workshop "Sang Maestro" di Hari Kartini

Kado Perpisahan Penuh Makna: SMAN 16 Semarang Gelar Workshop "Sang Maestro" di Hari Kartini

24 Apr 2026 • Penulis: Nisa Amaliyah Rohmah Al Faroqi
Kado Perpisahan Penuh Makna: SMAN 16 Semarang Gelar Workshop "Sang Maestro" di Hari Kartini

Kado Perpisahan Penuh Makna: SMAN 16 Semarang Gelar Workshop "Sang Maestro" di Hari Kartini

SEMARANG – Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini pada Selasa, 21 April 2026, SMA Negeri 16 Semarang menggelar sebuah kegiatan yang tidak hanya inspiratif tetapi juga menyentuh hati. Sekolah mengadakan workshop Achievement Motivation Training (AMT) bertajuk "Sang Maestro: Guru dan Karyawan Ramah Anak di Era Milenial".

Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 13.00 WIB ini terasa istimewa karena diinisiasi sebagai bentuk dedikasi terakhir dari dua sosok guru teladan yang akan memasuki masa purna tugas, yaitu Pak Sugiarto,S.Pd Kim dan Ibu Wetty Widiowati S.Pd., Workshop ini menjadi warisan berharga sekaligus bukti profesionalisme mereka yang tetap memikirkan masa depan generasi milenial hingga akhir masa pengabdian.

Dipandu oleh motivator pendidikan ternama, Drs. Suratno, MM.GCP (Ratno Ohara) dan dibuka oleh Kepala SMA N 16 Semarang Bapak Tarisno, S.Pd, M.Pd, suasana workshop tercipta sangat dinamis dan menyenangkan. Materi yang disampaikan bukan sekadar teori, melainkan panduan praktis yang bisa langsung diterapkan oleh guru dan karyawan dalam menghadapi karakter unik anak zaman sekarang.

Beberapa poin kunci yang menjadi sorotan dalam workshop ini antara lain:

1. KOKODIFO: Strategi mencapai tujuan melalui Komitmen, Konsisten, Disiplin, dan Fokus.

2. Budaya 5S: Penguatan karakter pelayanan melalui Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Sanjung.

3. 4 Sifat Rasulullah: Meneladani sifat Hayyin (tenang), Layyin (lembut), Qarib (ramah), dan Sahl (memudahkan) dalam mendidik.

4. Filosofi Gelas Kosong: Ajakan dari kutipan Bob Sadino untuk selalu rendah hati dan siap menerima ilmu baru setiap kali bertemu orang atau situasi baru.

Dalam salah satu sesi materi, ditekankan bahwa guru masa kini harus mampu menjadi "Guru Luar Biasa" yang tidak hanya menjelaskan atau menunjukkan, tetapi mampu mengilhami (inspiring). Hal ini penting mengingat kompleksitas tantangan siswa di era globalisasi, mulai dari isu kedisiplinan hingga perundungan. Kegiatan ini juga membedah filosofi "9M" bagi guru aktif, mulai dari Mempersiapkan hingga Mengembangkan Diri, agar tidak terjebak dalam rutinitas namun tetap inovatif.

Bagi keluarga besar SMAN 16 Semarang, workshop ini bukan sekadar pelatihan biasa. Ini adalah pengingat bahwa "Semua orang ada masanya, dan semua masa ada orangnya." Melalui semangat Kartini dan dedikasi Pak Sugiarto,S.Pd Kim dan Ibu Wetty Widiowati S.Pd, para pendidik di SMAN 16 kini semakin mantap melangkah menjadi pribadi yang cerdas emosi dan spiritual demi mencetak generasi emas yang sholeh dan berprestasi.

Berita Terkait