Penilaian harian sering kali identik dengan suasana kelas yang tegang dan serius. Peserta didik fokus pada hasil akhir, sementara proses belajar terasa kaku dan menimbulkan kecemasan. Berangkat dari kondisi tersebut, saya mencoba menghadirkan inovasi penilaian yang tetap objektif namun lebih menyenangkan melalui permainan ludo yang saya kembangkan menggunakan Canva AI pada mata pelajaran Biologi materi Sistem Respirasi kelas XI.
Penilaian ini dilaksanakan mulai Selasa, 20 Januari 2026 pada materi Sistem Respirasi Manusia. Media yang digunakan berupa laman interaktif “Ludo Sistem Respirasi” yang dirancang khusus untuk penilaian harian. Setiap siswa mengikuti permainan ludo dalam kelompok kecil, namun penilaian tetap bersifat individual karena setiap siswa mengerjakan soal masing-masing.
Sistem penilaian disusun secara terstruktur dan transparan. Setiap siswa mengerjakan 10 soal, terdiri atas 3 soal LOTS, 4 soal MOTS, dan 3 soal HOTS, dengan alokasi waktu 45 menit. Skor akhir dihitung berdasarkan kombinasi ketepatan jawaban dan poin soal, dengan rumus nilai skala 0–100. Soal HOTS memiliki bobot poin lebih tinggi dibandingkan LOTS dan MOTS, sehingga benar-benar mencerminkan kemampuan berpikir peserta didik. Urutan soal dan jawaban diacak, serta tidak ditampilkan penanda benar atau salah, sehingga penilaian sepenuhnya berbasis kemampuan, tanpa unsur keberuntungan.
Pelaksanaan penilaian menunjukkan suasana kelas yang berbeda dari biasanya. Kelas menjadi lebih hidup, siswa tampak antusias, dan tetap fokus menjawab soal dengan benar. Meskipun menggunakan pendekatan permainan, siswa tetap berupaya memahami konsep Sistem Respirasi karena keberhasilan mereka ditentukan oleh kualitas jawaban, bukan kecepatan atau posisi pion di papan ludo.
Menurut Azahra Nur Sulistiyowati siswa kelas XI-2 SMA Negeri 16 Semarang, Ia menyampaikan bahwa penilaian dengan model permainan seperti ini terasa seru dan tidak menegangkan. Menurutnya, sistem tersebut tetap adil karena nilai diperoleh dari jawaban yang benar, bukan dari keberuntungan mencapai garis akhir terlebih dahulu. Ia juga mengungkapkan rasa penasaran dan antusias menunggu inovasi pembelajaran Biologi berikutnya.
Pengalaman ini menunjukkan bahwa penilaian dapat dikemas secara kreatif tanpa menghilangkan prinsip objektivitas dan keadilan. Integrasi teknologi digital dan gamifikasi mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, sekaligus memperkuat pemahaman konsep dan motivasi belajar siswa. Melalui praktik baik ini, diharapkan penilaian tidak hanya menjadi alat ukur hasil belajar, tetapi juga bagian dari pengalaman belajar yang bermakna.
Penulis : Atsni Wahyu Lestari, S.Pd