SEMARANG - SMAN 16 Semarang menggelar peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1447 H dengan khidmat pada Jumat, 23 Januari 2026. Acara yang dihadiri oleh seluruh siswa, guru, dan staf ini bertujuan untuk memperkuat iman serta memberikan motivasi spiritual di tengah tantangan zaman digital.
Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, yaitu Surah Al-Isra ayat 1-3, yang mengisahkan perjalanan malam Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Suasana semakin hangat dengan penampilan tim rebana SMAN 16 Semarang yang membawakan selawat dan puji-pujian.
Kepala SMAN 16 Semarang, Bapak Tarisno, M.Pd., dalam sambutannya mengingatkan pentingnya inti dari peristiwa Isra Mi'raj, yaitu perintah salat lima waktu. Beliau menekankan bahwa salat adalah amal pertama yang akan dihisab dan menjadi pondasi karakter siswa.
Acara inti diisi oleh Bapak Dr. Fuad, yang menyampaikan materi dengan gaya yang interaktif dan komunikatif. Beliau membagikan rumus kesuksesan hidup bagi para siswa, yakni:
"Kesuksesan Hidup = Intelektual × Spiritual"
Beliau menegaskan bahwa kepintaran (intelektual) tanpa rasa takut kepada Tuhan (spiritual) tidak akan membawa kemuliaan, bahkan bisa menjadi beban bagi negara.
Dalam ceramahnya, Dr. Fuad juga membagikan tiga kunci utama untuk mendatangkan keberuntungan dalam hidup:
1. Menjaga Hubungan dengan Allah: Jangan meninggalkan salat lima waktu karena manusia yang membutuhkan Tuhan, bukan sebaliknya.
2. Menjaga Hubungan Baik dengan Orang Tua: Beliau menekankan adab bersalaman yang benar (mencium tangan) dan pentingnya meminta doa restu orang tua agar jalan hidup menjadi lancar.
3. Menjaga Hubungan Baik dengan Guru: Menghormati guru adalah kunci keberkahan ilmu yang dipelajari di sekolah.
Sesi menarik terjadi saat beberapa siswa diajak berdialog di atas panggung. Bapak Dr. Fuad memberikan motivasi agar siswa segera menentukan cita-cita yang spesifik sejak dini. Beliau mengingatkan bahwa cita-cita adalah bagian dari doa, dan tanpa tujuan yang jelas, seseorang tidak akan menjadi apa-apa di masa depan.
Acara ditutup dengan doa bersama yang sangat menyentuh, memohon ampunan untuk orang tua dan guru, serta kelancaran bagi para siswa dalam meraih masa depan yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara