
SEMARANG - Langkah nyata menuju pendidikan ramah lingkungan ditunjukkan oleh SMAN 16 Semarang melalui pelaksanaan asesmen tanpa kertas berbasis digital. Seluruh siswa kelas X dan XI melaksanakan Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS), sementara siswa kelas XII mengikuti Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ). Namun yang membuat pelaksanaan ini berbeda bukan hanya pada jenis asesmennya, melainkan pada sistem yang digunakan: Computer Based Test (CBT) atau asesmen berbasis digital tanpa kertas.
Di tengah meningkatnya kesadaran global akan pentingnya menjaga lingkungan, penggunaan CBT menjadi simbol perubahan nyata. Selama ini, pelaksanaan ujian identik dengan tumpukan kertas soal dan lembar jawaban yang tidak sedikit jumlahnya. Kini, semua itu mulai ditinggalkan. Dengan CBT, sekolah tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga berkontribusi langsung dalam mengurangi penggunaan kertas yang berarti mengurangi penebangan pohon.
Kepala sekolah, Bapak Tarisno, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa transformasi ini bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral terhadap masa depan bumi.
“Pendidikan tidak hanya tentang mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai. Dengan CBT, kita mengajarkan siswa bahwa kemajuan harus sejalan dengan kepedulian lingkungan,” ujarnya.
Dukungan teknis yang solid juga menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan ini. Pak Idhi, selaku teknisi sekaligus pengembang sistem CBT sekolah, memastikan bahwa seluruh proses berjalan lancar, aman, dan minim kendala. Sistem yang dirancang mampu mengakomodasi kebutuhan asesmen dalam jumlah besar dengan tetap menjaga kejujuran dan integritas peserta didik.
Tidak hanya dari pihak sekolah, suara siswa pun turut memperkuat makna kegiatan ini. Friska, perwakilan siswa kelas XI, menyampaikan bahwa penggunaan CBT memberikan pengalaman baru yang lebih praktis dan modern.
“Kami merasa lebih nyaman karena semuanya serba digital. Selain itu, kami juga bangga bisa ikut berkontribusi dalam gerakan ramah lingkungan,” ungkapnya.
Pelaksanaan ASTS dan ASAJ berbasis CBT ini bukan sekadar perubahan teknis, melainkan sebuah gerakan kecil dengan dampak besar. Di balik layar komputer dan perangkat digital, tersimpan harapan akan masa depan yang lebih hijau. Sekolah telah membuktikan bahwa inovasi dan kepedulian lingkungan dapat berjalan beriringan. Langkah ini menjadi inspirasi bahwa menyelamatkan bumi bisa dimulai dari hal sederhana bahkan dari cara kita melaksanakan ujian.