SMA Negeri 16 Semarang Gelar Workshop Numerasi dan Literasi : Kunci Pembelajaran Mendalam dan Bermakna Bagi Siswa

SMA Negeri 16 Semarang Gelar Workshop Numerasi dan Literasi : Kunci Pembelajaran Mendalam dan Bermakna Bagi Siswa

25 Apr 2026 • Penulis: Nisa Amaliyah Rohmah Al Faroqi
SMA Negeri 16 Semarang Gelar Workshop Numerasi dan Literasi : Kunci Pembelajaran Mendalam dan Bermakna Bagi Siswa

Semarang - Dalam upaya meningkatkan kualitas pendalaman materi dan pemahaman siswa, SMA Negeri 16 Semarang menyelenggarakan Workshop Numerasi dan Literasi pada Jumat, 24 April 2026. Kegiatan yang mengusung tema "Kunci Pembelajaran Mendalam dan Bermakna bagi Siswa" ini berlangsung khidmat di Lab Kimia mulai pukul 09.00 hingga 11.30 WIB.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala SMA Negeri 16 Semarang, Bapak Tarisno, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya adaptasi guru dalam menghadirkan metode pembelajaran yang tidak hanya mengejar ketuntasan kurikulum, tetapi juga menyentuh aspek kognitif dan karakter siswa secara mendalam. 

Workshop ini menghadirkan narasumber pakar, Bapak Dr. Soedjono, M.Si., yang memaparkan bahwa numerasi dan literasi bukan sekadar angka dan huruf, melainkan fondasi bagi siswa untuk memahami dunia. Beliau menegaskan bahwa kunci utama dari pembelajaran yang mendalam adalah adanya kesadaran, kebermaknaan, dan rasa bahagia dalam proses belajar-mengajar.

Menurut Dr. Soedjono, M.Si., untuk menciptakan ekosistem belajar yang ideal, seorang pendidik harus mampu mengimplementasikan tiga hal esensial kepada peserta didik:
1. Membangun Kepercayaan (Trust): Guru harus
memberikan perhatian penuh untuk membangun kepercayaan dengan menghargai setiap keunikan siswa. Menjalankan tugas dengan integritas adalah cara terbaik untuk menunjukkan dedikasi kepada mereka.
2. Menggelorakan Semangat dan Kebijaksanaan:
Proses belajar adalah perjalanan panjang yang membutuhkan energi besar. Guru harus terus memberikan semangat pada siswa, karena pada dasarnya mereka membutuhkan motivasi yang konsisten serta kebijaksanaan guru dalam membimbing mereka melewati kesulitan.
3. Tindak Lanjut dan Evaluasi pada Rombel guru: Pembelajaran tidak berhenti saat jam pelajaran usai. Perlu adanya pembahasan mendalam mengenai perkembangan siswa pada rombongan belajar (rombel) berdasarkan proses keseharian anak. Hal ini sebagai bentuk guru memastikan setiap siswa mampu bangkit dan mencapai potensi maksimalnya. 

Melalui workshop ini, diharapkan seluruh tenaga pendidik di SMA Negeri 16 Semarang dapat menyelaraskan visi untuk menciptakan pembelajaran yang lebih hidup. Dengan penguatan numerasi dan literasi yang tepat, siswa tidak hanya siap secara akademis, tetapi juga memiliki nalar kritis yang bermakna bagi kehidupan mereka di masa depan.

Berita Terkait